Awal mula dulu bisa suka Naik Gunung, pas diajakin temen2 Sekolah naik Gunung Merapi. Awalnya sih nggak mau, takut capek, takut gelap (nggak juga sih), takut dimakan Harimau (yang ini emang iya). Namun semua itu coba saya hilangkan dari pikiran. Dan, berhasil.
Pukul 18.00 Saya, Nonong alias Yulianto, Nawir alias Iksan, dan Plopok alias Mustofa kami ber-4 berangkat menuju Basecamp Barameru di New Selo. Kami bersepeda berboncengan. Waktu itu perlengkapan masih seadanya, sepatu Converse, bekal makan seadanya, alat masak hanya Panci borot dan Kompor paravin modal njileh. Namun dengan Tenda Dome lumayan bagus Lafuma Summertime 3/4 modal njileh juga. Pintar juga temenku Nonong nyari pinjeman.
Setelah semua tetek bengek siap, kami segera berangkat ke Basecamp lalu mendaftar untuk ijin Pendakian. Pukul 19.00 kami mulai nanjak, hawa dingin, sunyi, sepi, senyap dan aku sendiri (Ah lebay!). Mungkin kalian langsung percaya dengan kata-kata saya barusan, namun kenyataannya Merapi waktu itu rame bingiiitssss pake 's' banyak.
Akhirnya, sampai POS I setelah 60 menit berjalan santai. Kami istirahat sejenak sambil menikmati malam ditemani rokok Djarum Super kesukaan saya. Namun keheningan malam dipecah oleh Lawakan super dari temanku Nonong "He cah, aku wis tau munggah Gunung 2 langsung gur 30 menit lho. Kesele raumum." kata Nonong. Kemudian temanku Nawir ikut nimbrung "Gunung opo he, gending koe, nong!" Temanku lainnya mengiyakan. Nonong dengan lantang membalas "Hla wong aku ndaki 'Gununge' yangku kok. Weee". Semuanya termasuk saya tertawa sambil melempari Nonong dengan krikil didepan mata. Hahaha. Dia emang jago ngelawak.
Singkat cerita, kami sudah sampai di POS II. Kami mulai mendirikan Tenda karena beruntungnya masih ada tempat nge-camp, padahal Merapi ramenya pake bingitss. Akhirnya Tenda kami berdiri.
Waktu menunjukkan pukul 24.00, kami harus segera tidur untuk Summit Attack di keesokan harinya.
Tidur pun waktu itu masih pake Jaket dan Celana dobel2. Namun apa mau dikata, emang dasar Jiwa-jiwa Gembel tidur dimana pun, keadaan apapun pasti bisa. Kami berempat pun terlelap.
Dengan mata masih semprepet dan kecapekan yang sangat, Pukul 05.00 kami bangun untuk menyiapkan minuman dan memulai Summit ke Puncak Merapi. Katanya Nonong sih perlu 3 jam-an untuk sampai ke Puncak.
Setelah 45 menit berjalan kami akhirnya sampai di Pasar Bubrah, tanpa babibu kami langsung tancap gas lanjut Puncak.
Memasuki trek pasir yang bikin Galau..
Pasir demi pasir, krikil demi krikil, galengan demi galengan kami lewati dan Alhamdulillah.. Pukul 6.15 kami berempat sampai di Puncak dengan bonus view yang Keren banget. Pokoknya speechless deh. :3
![]() |
| Sunrise Puncak Merapi sukses bikin speechless. :') |
Dengan naik Gunung saya sadar kalo kita sebagai Manusia itu emang kecil, bahkan sangat kecil di hadapan-Nya. Alam diciptakan Tuhan buat kita, seharusnya dijaga bukan dirusak. Alam ibarat Ibu kita, maka hilanglah hasrat untuk merusaknya apalagi mengagahinya.
Naik gunung itu juga nggak selalu tentang Puncak, naik Gunung itu sepaket Perjalanan pas naik sama turun.
Mengutip quote dari Sir Edmund Hillary "It's not Mountain we Conquer, but ourselves." Intinya, bukan Gunung yang untuk ditaklukkan tapi ego kita sendiri yang harus ditaklukkan.
Semenjak itu, saya jadi punya Hobi baru. Ya, naik Gunung.
(Perjalanan midune pokoke mlayu terus, dab =D )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar